LEBAK, beritajuang.com – Terkait adanya Karyawan yang di PHK sepihak, Oleh Perusahaan PT. Lebak Distribusindo Raya ( LDR) yang sebelumnya merupakan PT. Sayap Mas Utama, berlokasi di kampung Margamulya, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. pada Kamis, ( 18/02/2021 ).

Biro Humas KSPSI ( Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ) DPC Lebak Johan Path siap membantu untuk membela hak – hak buruh yang tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Kami sayangkan atas perlakuan perusahaan terhadap karyawan yang semena mena telah melakukan PHK sepihak terhadap karyawan Asep, Endin, Parago, Riki, Somad, dan Lukman. Padahal mereka merupakan karyawan perusahaan yg diberikan surat peringatan (SP) 3, dan harus menandatangani surat pernyataan kinerja yang bermaterai 6000.

KSPSI DPC Lebak Siap Turun Tangan
KSPSI DPC Lebak Siap Turun Tangan

Baca Juga : Disuplai Kenzi One, KPM Curugbarang Diduga Terima Telur Busuk

sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 4 Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang, Ketenagakerjaan bertujuan agar tenaga kerja didayagunakan secara optimal/manusiawi dengan memperhatikan pemerataan kesempatan kerja sesuai kebutuhan pembangunan serta mempertimbangkan aspek perlindungan guna mewujudkan serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, pemerintah menetapkan kebijakan dan memberikan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi memperoleh pekerjaan, khususnya bagi pekerja yang melakukan aktivitas di lingkungan perusahaan, berhak
mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha. Hal ini telah sesuai amanat dalam ketentuan Pasal 28I ayat (2) UUD. 1945, bahwa “Setiap orang
berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif ”.

Selanjutnya Pasal 28D ayat 2 UUD. 1945 “Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan industrial”.

Salah satu sarana dalam mewujudkan amanat UUD 1945, yakni eksistensi serikat pekerja dalam melaksanakan fungsi hubungan industrial, selain menjalankan segi pengawasan menjaga kelangsungan produksi, tertib, aspiratif, memperjuangkan kesejahteraan anggota dan keluarga.

Hal ini selaras dengan Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh, yang menyatakan bahwa serikat pekerja merupakan alat untuk memperjuangkan, melindungi, membela kepentingan serta kesejahteraan pekerja serta keluarga.

Baca Juga :Sekda Minta Ulama Bersinergi Soal Penanganan Covid – 19

Baca Juga : Dirnarkoba Polda Banten Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Narkotika di BNNP Banten

Selain mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.

Dengan adanya reaksi yang dilakukan oleh pihak karyawan kami menuntut agar Perusahaan PT. Lebak Distribusindo Raya mengindahkan 5 tuntutan kami, diantaranya:

1. Mobil dobel (GR) tidak sanggup atau tidak mampu untuk muat ataupun mengirim barang berdua, sehingga kami menuntut agar personil mobil pengangkut barang ditambah kapasitas orangnya.
2. Hentikan PHK secara sepihak, karena merugikan pihak karyawan.
3. Kami meminta agar Tunjangan supir sesuai dengan aturan sebelumnya.
4. Penggabungan saldo BPJSTK dari PT. Sayap Mas Utama ke PT. Lebak Distribusindo Raya sangat penting untuk segera direalisasikan.
5. Kami meminta agar ada toleransi pada karyawan yang sakit atau ada keperluan lain.

Hingga berita ini dilansir, pihak Manajemen PT. Lebak Distribusindo Raya tidak mau menemui awak media.

Ke enam karyawan yang di SP3 tersebut, kini dipanggil oleh Manajemen untuk diminta keterangan.(Red)