SERANG, beritajuang.com – Mubes Ke – V Kesti TTKKDH yang di selenggarakan di Hotel Le Dian Jl. Jenderal Sudirman No.88, Kota Serang, pada Tanggal 20 Februari 2021 tidak sah. Karena Kesti TTKKDH adalah yayasan yang didirikan Th 1984 dengan Ketua : Agus Fatahyasin, SH Sedangkan legalitas Mubes V Kesti TTKKDH badan hukumnya : organisasi perkumpulan dengan nama “PERKUMPULAN KEBUDAYAAN SENI SILAT DAN TARI TJIMANDE TARI KOLOT KEBON DJERUK HILIR” yang baru disahkan tgl 16 Februari 2021. Sabtu, (20/02/2021).

Dalam rapat Press Release pada tanggal 19 Februari 2021, kasepuhan TTKKDH telah bersepakat dalam rapat internal dan menyatakan sikap Bahwasannya Kasepuhan TTKKDH menolak terselenggaranya MUBES V TTKKDH pada tanggal 20 Februari 2021 hal ini di lakukan guna menjaga agar tidak menimbulkan perpecahan di kubu organisasi TTKKDH dan menjaga tali persaudaraan dan mempererat silaturahmi.

Acara yang di hadiri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PPPSBBI ( Persatuan Pendekar Persilatan Seni & Budaya Banten Indonesia ), Menyampaikan dalam sambutan pembukaan Mubes Ke – V Kesti TTKKDH lewat Virtual, Wakil Gubernur banten menyebut.

“Pencak silat dengan berbagai aliran dan padepokan yang berada di Banten adalah sebagai aset seni dan budaya daerah dan meminta pencak silat digunakan untuk dapat memajukan dan membesarkan nama baik daerah khusunya di Provinsi Banten,” Ucapnya.

Baca Juga : Menjelang Pilkades Bojongleles Situasi Kian Memanas, Ormas Satgas Banten: Calon Kepala Desa Harus Usung Pembangunan

Terselenggaranya Mubes Ke – V Kesti TTKKDH para kasepuhan menyatakan tidak sah dan tidak setuju dengan berjalannya acara tersebut karna tidak kooperatif dengan apa yang telah di sepakati dalam rapat Press Release pada tanggal 19 Februari 2021 dengan point sebagai berikut

1. TTKKDH menolak terselanggaranya MUBES V TTKKDH pada tanggal 20 Februari 2021 yang akan menimbulkan perpecahan di kubu organisasi TTKKDH.
2. Siap merawat dan menjaga warisan leluhur TTKKDH yang di dirikan tahun 1952 di bawah kepemimpinan H. Muslich Karim dan penerus penerusnya.
3. Menghimbau warga TTKDH agar kembali ke Khitoh 1952 serta tetap loyal dan melestarikan serta mengembangkan TTKKDH di wilayah banten khususnya.
4. Kepada masyarakat luas agar bisa menjaga kondisi di wilayah provinsi banten bekerja sama dengan aparatur TNI dan Polri di wilayah daerah masing – masing.
5. Jika ada kelompok yang mengatasnamakan TTKKDH, baik berbentuk perkumpulan ataupun yayasan maka hendaknya aparat pemerintah ( TNI – POLRI ) bisa memediasi terjadinya rekonsiliasi untuk menciptakan suasana yang tetap kondusif.

Dalam beberapa point yang telah di sampaikan pada rapat para kasepuhan guna menjaga tali persaudaraan dan mempererat tali silaturahmi antar anggota sehingga TTKKDH selalu harmonis dalam kekeluargaan. (Red)