LEBAK, beritajuang.com – Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh buruh PT Lebak Distribusindo Raya (LDR) berlangsung dua hari berturut – turut, yakni hari Kamis (18/02/2021) hingga Jum’at malam, (19/02/2021) pukul 19.30 WIB.

Pantauan awak media nampak puluhan sopir dan kernet yang menunggu kejelasan nasibnya itu berkumpul di beberapa titik sekitar lokasi dan di depan pintu gerbang kantor perusahaan di Kampung Margamulya, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

Massa sempat terpancing emosi ketika dikumpulkan Alvin (bagian administrasi, yang juga mantan bos mereka) saat menegaskan ketentuan perusahaan yang disampaikannya itu dianggap memberatkan buruh, berbeda dengan sebelumnya yang telah dikemukakan oleh Yusin Permana Candra, Head of DC (Distribution Center) pada saat dialog bersama perwakilan massa aksi.

Aksi Mogok Buruh PT RDL Berakhir Dibayangi Kekhawatiran
Aksi Mogok Buruh PT RDL Berakhir Dibayangi Kekhawatiran

Sementara, Musa Weliansyah, salah satu anggota FPPP DPRD Lebak asal dapil V datang menemui para buruh untuk menginventarisir permasalahan. Ia bersama empat orang perwakilan dari mereka langsung menemui pimpinan perusahaan untuk memediasi.

Hasil dari pertemuan dengan petinggi perusahaan itu disampaikan Musa kepada massa aksi yang menunggu, bahwa pihak perusahaan tidak akan melakukan PHK serta mengabulkan semua tuntutan buruh.

“Sebetulnya ini hanya miskomunikasi saja. Dari hasil pertemuan saya bahwasannya pihak perusahaan tidak melakukan PHK sepihak, dan siap melaksanakan apa yang diajukan oleh temen-temen karyawan, artinya polemik ini menurut saya sudah selesai dan teman-teman bisa kembali bekerja seperti biasa,” terang Musa, Jum’at malam (19/02/2021).

Baca Juga : Polda Banten Gelar Apel Gabungan Pengaman Aksi Damai Buruh di Cikande

Meski demikian, massa tidak langsung percaya begitu saja pada yang disampaikan Musa. Namun rasa was-was dan khawatir itu masih menyelimuti buruh. Lantaran, pihak perusahaan tidak menyampaikan langsung ke massa aksi yang sudah sabar menunggu dan tidak menunjukkan pernyataan secara tertulis hasil dari mediasi itu, bertolak belakang ketika buruh harus mematuhi ketentuan perusahaan.

Mereka khawatir, “hal itu hanya untuk meredam beberapa saat saja tapi kemudian pihak perusahaan akan mencari-cari alasan dan kesalahan sehingga bertindak semaunya,” kata beberapa buruh hampir bersamaan dengan nada bertanya di hadapan Musa.

Mendengar hal itu Musa menyatakan siap membelanya.

“Silahkan catat nomor HP saya, jika setelah ini teman-teman ada yang diintimidasi maupun dikucilkan oleh pihak perusahaan silahkan hubungi saya, saya siap membela teman-teman, yang terpenting adalah semuanya bekerja sesuai prosedur dan tidak melanggar peraturan,” ujar Musa menjawab keraguan para buruh tersebut.

Setelah semua peserta aksi membubarkan diri dengan tertib pulang ke rumahnya masing-masing, beberapa orang diantara mereka menemui awak media sebagai luapan kegembiraan dan harapan.

“Kami sangat berterima kasih kepada para jurnalis yang telah mengawal kami lewat pemberitaan sehingga telah mendapat jawaban yang diharapkan oleh kami sesuai dengan tuntutan,” ujar Gugum mengaku orang yang dituakan oleh sesama karyawan RDL itu.

“Kami juga berharap agar pihak perusahaan komitmen dan konsekuen terhadap yang telah disepakati,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya,
KaDisnakertrans Kabupaten Lebak menyanyangkan langkah yang diambil oleh PT Lebak Distribusindo Raya (LDR) yang mengambil kebijakan sepihak tanpa mencari solusi kepada para kaum buruh di PT LDR, pada Jum’at (19/02/2021).

Baca Juga : Plt Ketua DPRD Lebak Akan Panggil Pimpinan Perusahaan PT LDR dan Disnakertrans Kabupaten Lebak

Kepala Disnakertrans Kabupaten Lebak, Tajudin Yamin, akan mencoba menghubungi pihak perusahaan agar komunikasi antara buruh dengan pimpinan perusahaan berjalan dengan baik.

“Kami Disnakertrans Kabupaten Lebak pada hari Senin (22/02/2021) akan datang ke lokasi perusahaan PT LDR di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping,” ucapnya.

Hingga berita ini dilansir, pihak Perusahaan masih menutup komunikasi dengan wartawan, sejak awal liputan hingga awak media berhadapan. (Red)