Mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta Belajar Ke Suku Baduy (15-16/02/2020)
Mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta Belajar Ke Suku Baduy (15-16/02/2020)

LEBAK, beritajuang.com– Mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta melakukan kegiatan Field Study Genuine Region di kawasan permukiman Suku Baduy Desa Kanekes Kecamatan Lewidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten pada Sabtu-Minggu (15-16/02).

Kegiatan Field Study diikuti 8 orang mahasiswa arsitektur dan 4 orang dosen serta 1 orang staf. Kegiatan ini diawali dengan mahasiswa melakukan perjalanan dari terminal Ciboleger menuju kawasan pemukiman Baduy luar dengan final lokasi di kawasan Gazebo Baduy luar dan bermukim di rumah warga suku Baduy selama satu malam. Pada kegiatan ini mahasiswa diminta untuk mengamati kondisi dan situasi kehidupan orang Baduy dari mulai aktifitas sehari – hari dan pengamatan kondisi lingkungan terutama bangunan pemukimannya.

Selanjutnya para dosen menyampaikan kuliah umum terkait dengan mata kuliah yang sudah disampaikan selama satu semester.

Ketua Program Studi Arsitektur ITB Ahmad Dahlan Jakarta Puji Wijanarko, ST,.MSi mengatakan kegiatan Field studi mahasiswa arsitektur ITB Ahmad Dahlan Jakarta merupakan kegiatan pertama kali dilakukan “Diharapkan mahasiswa yang ikut kegiatan ini memahami kondisi pemukiman yang masih alami di suku Baduy” kata puji.

Dia mengungkapkan kondisi permukiman suku Baduy merupakan salah satu pemukiman adat yang memiliki kondisi lingkungan yang masih alamiah di tengah aktifitas warganya” Suku Baduy masih mempertahankan kelestarian alam baik dalam mengelola lingkungan maupun membangun pemukiman seperti rumah dan sebagainya” ujarnya.

Kedepan katanya kegiatan Field study ini akan dilakukannya secara rutin tiap akhir semester minimal setahun sekali dengan fokus lokasi kegiatan pada kawasan pemukiman adat yang masih mempertahankan kelestarian lingkungan.  “Ditengah serba modern terutama pembangunan permukiman dan dan perumahan kita perlu belajar banyak tentang kawasan adat yang masih alami” pungkasnya. (WAK)

SMSI