LEBAK, beritajuang.com – Pertanian dan Perikanan merupakan bidang usaha yang menjanjikan, meski sempat mengalami kemunduran tren bagi anak muda, namun di jaman modern ini justru mulai dilirik anak muda untuk menjadi pengusaha dibidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Upaya pemerintah juga mendorong sektor pertanian sebagai sektor unggulan setelah membuktikan bahwa sektor ini yang mampu bertahan meski di masa vandemi dan tetap mampu menopang kehidupan sehari hari. Senin, (01/03/2021).

Seperti dikutip dari laman Instagram @kementerianpertanian, setidaknya ada lima manfaat bendungan bagi pertanian :
1. Wadah Raksasa Penampungan Air.
2. Mencegah dan Mengendalikan Banjir
3. Membantu Kebutuhan Air di Musim Kemarau.
4. Tempat Budidaya Perikanan.
5. Lokasi Wisata.

Baca juga : Menyikapi Kebangkitan Ekonomi Banten pasca Pandemic Covid -19, DPD HA IPB Banten lakukan Rapat Terbatas Pengurus

Inilah salah satu agenda besar jika dibangun bendungan seperti rencana bendungan Pasir Kopo kecamatan Leuwidamar. Akan berefek luar biasa untuk kemajuan di Kecematan Leuwidamar umum nya kabupaten Lebak.

Baca Juga:  Ops PPKM Stasioner Mikro Wilayah Jonggol

Sebelumnya, Buya Karis Mendukung bendungan Pasir Kopo sebagai mercusuar bahwa Kecamatan Leuwidamar harus kembali kemasa kejayaan sebagai mantan Ibu Kota Kabupaten Lebak dan ini akan menjadi titik tolak kemajuan Kecamatan Leuwidamar yang selama ini kurang diperhatikan pembangunan nya.

Harapan Buya Karis, Sebagai Tokoh Asli dari Leuwidamar ingin adanya kemajuan pembangunan di Leuwidamar, salah satunya yang sudah direncanakan pemerintah pusat adalah pembangunan Bendungan pasirkopo. Sehingga masyarakat yang tergabung dalam ALIANSI MASYARAKAT CERDAS (AMC), melalui salah satu Jubirnya Apih Hanapi (Gabel), menyatakan sangat mendukung upaya pemerintah pusat dalam memperhatikan sektor pertanian di Banten.

Seperti diwilayah Kampung Tangguh Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, yang merupakan salah satu kampung binaan Dinas Pertanian Provinsi Banten, dan merupakan program Gubernur Banten H. Wahidin Halim, pada 2019 lalu, sudah bergeliat menunjukan kemajuan bagi masyarakat di wilayah Leuwidamar di bidang pertanian. Namun adanya kendala banjir saat musim hujan dan kekeringan dimasa kemarau membuat pertanian menjadi tidak berjalan dengan baik, maka dari itu butuh pembangunan bendungan sebagai upaya pengendalian banjir, serta ketersediaan air dimasa kemarau,” Ungkap Hanapi (Red/Pri)

Baca Juga:  Dampak Pandemi Covid-19, Polsek Cilograng Bagikan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu