Opik salah satu pengendara merasa kesulitan dengan akses jalan pasca terputusnya jembatan Ciberang di Kp. Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, pada Minggu (01/03/2020).
Opik salah satu pengendara merasa kesulitan dengan akses jalan pasca terputusnya jembatan Ciberang di Kp. Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, pada Minggu (01/03/2020).

LEBAK, beritajuang.com– Pasca banjir bandang di sungai Ciberang yang menghanyutkan jembatan dua bulan yang lalu. Masyarakat meminta pemerintah segera membangun jembatan permanen sebagai akses penghubung antar kecamatan yakni di Jl. Raya Cipanas- Warung Banten yang berlokasi di Kp. Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak.

Pantauan media, bahwa akses yang masyarakat lalui sangat sulit. Mereka harus beralih ke jalan alternatif yaitu jembatan gantung dengan kondisi jalan yang sangat licin, Pada Minggu (01/03/2020).

Opik warga Kp. Ciladaeun yang sering melintas di jalan tersebut Merasa kesulitan sehingga minta para relawan untuk membawa motornya melintas jembatan gantung dengan kondisi jalan yang licin dan membahayakan pengendara.

“Apa lagi di musim penghujan ini, dimana pengendara roda dua harus ekstra hati-hati atau meminta bantuan kepada relawan untuk di dorong atau di tahan agar tidak terjatuh. Kami juga selaku warga meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki dan membangun jembatan kembali agar aktifitas  masyarakat bisa berjalan dengan baik”, ungkap Opik.

Relawan saat membantu pengendara roda dua yang akan melintasi jembatan gantung sementara, kondisi sangat licin dan menyulitkan pengendara pada Minggu (01/03/2020).
Relawan saat membantu pengendara roda dua yang akan melintasi jembatan gantung sementara, kondisi sangat licin dan menyulitkan pengendara pada Minggu (01/03/2020).

Camong warga Lebakgedong merasa penghasilannya sebagai pekebun yang sering menjual hasil kebunnya kepada para tengkulak merasa penghasilannya menurun.

“Sementara ini dengan tidak adanya jembatan dan jalan rusak akibat bencana perekonomian masyarakat drastis sangat menurun, hal ini berpengaruh terhadap hasil pertanian kami”, ujar Camong warga Lebakgedong. (UUS)

SMSI