JAKARTA, beritajuang.com – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin, pertanyakan kelanjutan penyelidikan pembangunan Gedung Ranggawulung atau Gedung Kebudayaan Subang.

Menurutnya, kasus proyek pembangunan gedung kebudayaan yang kini mangkrak itu sudah ditangani penegak hukum.

“Saya sebagai masyarakat ingin tahu kasusnya sudah sampai dimana, apakah sudah naik ke penyidikan atau bagaimana. Kok tidak ada lagi perkembangannya,” kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan Subang – Majalengka – Sumedang ini, Jum’at, (19/3/2021).

TB Hasanuddin Desak Kasus Pembangunan Gedung Budaya Subang Segera Dituntaskan
TB Hasanuddin Desak Kasus Pembangunan Gedung Budaya Subang Segera Dituntaskan

Hasanuddin menyebut, tak hanya dirinya yang ingin tahu perkembangan kasus hukum pembangunan gedung kesenian yang menelan anggaran mencapai Rp. 6,4 miliar tersebut.

Para tokoh budaya dan seniman Jawa Barat, kata dia, juga mengaku kecewa dan memmertanyakan kelanjutan pembangunan gedung budaya itu dan sejauhmana penyelidikannya.

“Ternyata setelah saya telusuri, dalam kasus penyelidikan Gedung Kebudayaan Subang ini banyak yang ‘masuk’. Pertama polisi masuk, kemudian Kejari bahkan BPKP juga ikut nimbrung. Kesannya jadi rebutan, tapi kasusnya tak kunjung selesai malah ada kecenderungan ditutupi bukan dituntaskan,” tandasnya.

Baca Juga : Jakarta Bermasker Merupakan Program Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr M Fadil Imran

Alokasi anggaran pembangunan Gedung Kebudayaan Subang yang jadi sorotan masyarakat tersebut mencapai Rp 33 miliar.

Baca Juga:  Kapolres Pandeglang Pimpin Gelar Operasional Bulanan

Anggaran yang telah digunakan mencapai Rp. 6,4 miliar, namun bangunan yang dibuat memiliki bentuk yang tak biasa bahkan disebut mirip kandang burung.

Selain itu, bangunan yang terletak diatas lahan seluas 4 hektar tersebut diketahui kini dalam kondisi yang tak terurus sejak dimulai proses pembangunannya di tahun 2019 lalu.

Saat ini bangunan yang terbuat dari bambu tersebut terhenti pembangunannya, dengan beberapa bagian sudutnya dipenuhi sampah akibat tak terurus. (Red)