LEBAK, beritajuang.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak melalui Kabid Peningkatan Dan penataan kapasitas Lingkungan hidup kabupaten Lebak Dasep Novian mengatakan mulai Senin 29 Maret 2021 selama satu minggu tim dari penegakan hukum (Gakum ) akan pantau lima tambang pasir di wilayah Cimarga. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

” Kita akan lakukan pengawasan dan pemantauan bersama tim Gakum selama satu Minggu,” ujar Dasep kepada media (SMSI Group). Sabtu (27/3/21)

Dasep menegaskan bahwa lima pengusaha tambang pasir blok Rahong dan blok Tapen Cimarga harus segera melaksanakan tiga poin penting yang sudah disepakati.

KLHK Kabupaten Lebak Akan Pantau Lima Tambang Pasir
KLHK Kabupaten Lebak Akan Pantau Lima Tambang Pasir

” Ada tiga poin besar yang harus dilaksanakan. Pertama menghentikan sumber pencemaran dan wajib ada IPAL, kedua melakukan normalisasi sungai Cirahong dan sungai Cimarga sampai dengan situ palayangan dan ketiga uang kompensasi yang sudah disepakati sebelumnya harus segera diselesaikan,” tegas Dasep

Baca Juga:  Polda Banten Gelar PAM VIP Untuk Kedatangan Menkopolhukam

Kata Dasep, kalau tiga poin besar yang telah disepakati tidak dilaksanakan resiko-resiko aturan yang sesuai dengan undang-undang (UU) telah disampaikan kepada pengusaha tambang pasir.

” Dari Dinas LH sesuai aturan sanksinya dari administrasi, sampai dengan perintah penutupan kemudian pembekuan izin lingkungan, sampai rekomendasi pencabutan izin lingkungan,” kata Dasep.

Baca Juga : Himpunan Alumni IPB Banten Mengutuk Keras Bom Bunuh Diri

Lanjut Dasep, kalau dari sisi tim Gakum ada aparat penegak hukum (APH) juga. Nanti evaluasi yang akan menyimpulkan setelah hasil pantauan selama satu Minggu ini.

” Ada beberapa poin dalam undang-undang 32 tahun 2009 sudah jelas,” ucapnya

Sebelumnya warga setempat yang enggan namanya disebutkan saat ditemui infodaerah.com bercerita bagaimana dulu sebelum adanya tambang galian pasir air di situ palayangan jernih dan banyak ikan tempat mancing warga sekitar dan tempat nongkrong.

Baca Juga : Melalui Kursus Managemen, Kwarcab Lebak Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Di Tingkat Jajaran Kwarran

” Bapak sudah 20 tahun tinggal disini, bagaimana dulu air situ palayangan yang jernih bahkan banyak ikannya, tapi sekarang keadaan begini dangkal dan butek,” kata warga setempat

Baca Juga:  Achmad Syarif Nahkodai Ketua SMSI Kabupaten Lebak Periode 2020-2023, Terpilih Secara Aklamasi

Sambung dia, bukan hanya situ palayangan yang kena dampak limbah tambang galian pasir, puluhan ha sawah milik warga juga sudah tidak berfungsi lagi.

Warga setempat juga menyalahkan Pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai tidak tegas terhadap pengusaha Tambang Pasir.

“Pemda juga iya, ditutup paling satu Minggu buka lagi,” katanya

” Coba Pemda bantu masyarakat, mau dibayarin-bayarin tanah warga, berapa per meter. Usaha kok nyusahin masyarakat,” ia menambahkan.

Kata dia, kemungkinan puluhan tahun Kedepan bisa jadi lapangan situ palayangan, sekarang saja sudah dangkal.

Padahal kata dia, situ palayangan bisa dijadikan obyek wisata lokal dan bisa menambah perekonomian warga setempat.

” Kan bisa jadi tempat wisata kalau tidak dangkal dan terawat,” Pungkasnya. (Red)