LEBAK, beritajuang.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak melalui Kabid Peningkatan Dan penataan kapasitas Lingkungan hidup kabupaten Lebak Dasep Novian menegasakan tiga poin besar yang disepakati oleh lima penambang galian pasir di Cimarga, Lebak Banten belum dilaksanakan.

” Iya kang, belum ada. Ini jadi bahan evaluasi Tim, Sanksi yang akan dikenakan bisa Sanksi Administrasi Paksaan Pemerintah penghentian, Pembekuaan Ijin Lingkungan sampai Pencabutan Ijin. Nunggu hasil evaluasi dulu,” tegas Dasep, Senin (5/04/21)

Kendati demikian kata Dasep, dari tiga poin yang sudah disepakati baru satu poin yang dilaksanakan.

Penambang Galian Pasir Tidak Taat Kepada Peraturan Pemda Lebak
Penambang Galian Pasir Tidak Taat Kepada Peraturan Pemda Lebak

 

“Untuk point 1(satu) sudah mulai ditaati oleh beberapa lokasi,” katanya

Dasep juga mendesak agar poin yang telah disepakati oleh lima penambang galian pasir di wilayah Cimarga agar dilaksanakan.

” Iya kang 3 (tiga) point ini yang kita desak untuk mereka lakukan,” pungkasnya.

Baca Juga : Polres Pulang Pisau Geram dengan Kasus Pencurian Spare Part Alat Berat

Sementara itu warga yang ditemui disekitar Situ Palayangan, Bahri (60) yang kebetulan sawahnya tidak bisa di garap karena dampak dari limbah tambang galian pasir mengatakan bahwa tidak ada aktivitas normalisasi dalam kurun waktu satu Minggu ( Senin 29 Maret 2021) dan tidak ada kompensasi yang diterima.

Baca Juga:  Rumah Tak Kunjung di Bangun, Pembeli Laporkan Pihak Deplover Ke Polisi

” Tidak ada aktivitas normalisasi dan tidak ada kompensasi yang diterima,” ujar Bahri dilokasi Situ Palayangan belum, Jum’at (2/04/21)

Dikatakan Bahri, dirinya pernah menerima kompensasi sudah lama hanya Rp.500 rb, itupun janjinya Rp 1 juta.

Baca Juga : Rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan ke 57, Lapas Rangkasbitung Gelar Razia Serentak

” Katanya mau dapet kompensasi Rp 1juta, tapi baru Nerima Rp.500 rb itu sudah berapa tahun lalu,” cetusnya.

Dulu kata Bahri punya sawah sedikit juga bisa menyekolahkan anaknya dari hasil bertani, namun kata dia saat ini sawahnya sudah tidak bisa lagi di garap.

“Gak banyak sih sawah saya paling lima ribu meter dengan sawah segitu dulu bisa menyekolahkan anak tapi sekarang sudah beberapa tahun gak bisa digarap,” ujar Bahri penuh harap.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak kelima pemilik tambang galian pasir tersebut diantaranya, sdr. RS, sdr. HK/CV. AS, PT TAS, CV.IJ, PT . MSM.

Baca Juga:  Longsor Jalan Cikancra Desa Sukamaju Resahkan Warga Sobang

Tim (SMSI Group) mencoba mengkonfirmasi kesalah satu pemilk tambang, bahkan disebut-sebut warga selaku ketua paguyuban tidak merespon hanya ceklist satu. (Red)